Masih tentang musim gugur. Daun di depan kampus ini dari kejauhan memang menarik. Orange kemerahan di antara hijau-hijau. Selalu ada keinginan untuk mengadakan sesi foto di sini, tetapi karena letaknya di depan kampus dan agak masuk lapangan, harus menyisihkan niat yang agak lebih jika ingin ke sini. Sisi yang diambil gambarnya ini masih banyak daunnya. Pohon sejenis di sebelahnya padahal sudah botak. 

19/11/2018
Drienerlolaan, Enschede

Bola-bola ini hadir hanya di saat tertentu. Misalnya saat open day. Saat dimana kampus membuka diri untuk para calon siswa yang ingin mengenal kampus lebih jauh. Saat open day, akan ada banyak tour de campus. Senior-senior jurusan mengantarkan adek-adek berkeliling kampus dan mempromosikan jurusannya. Ada berbagai demo lab dimana keajaiban-keajaiban teknologi dipamerkan seperti robot, mobil hidrogen, virtual reality, dan lab kimia yang berasap-asap macam magic. Ada acara tanya jawab online bagi yang tidak bisa datang langsung. 

17/11/2018
Drienerlolaan, Enschede

Gambar ini diambil saat aku merasa perlu merekam sebanyak-banyaknya memori yang nanti akan aku rindukan. Saat aku merasa waktuku di sini sudah tak banyak. Di sini. Di tempat ini. Tempat yang hanya selalu bisa kubayangkan dari buku-buku atau dari film-film yang kutonton. Di tengah pohon-pohon yang berbaris rapi  dengan daun-daun menguning berguguran. Besar kemungkinan tahun depan aku sudah tidak di sini. Tidak merasakan musim gugur lagi. Setidaknya musim gugur sebagai penduduk setempat, bukan sebagai turis.  

11/15/2018
Matenweg, Enschede

Sebenarnya aku nggak tau ini burung apa. Mungkin burung camar? Burung ini menarik perhatian orang-orang yang lewat di sekitarnya, termasuk aku, karena berpose dan berbaris dengan rapi. Aku mengambil gambar ini sebelum seorang kakek membubarkan mereka. Setelah ditunggu beberapa saat, mereka tidak kembali ke barisan semula. Sedih.

10.11.2018
Amsterdam, NL

Buat aku berada di ketinggian itu menyenangkan. Aku suka melihat bumi dari atas. Melihat orang-orang dan rumah-rumah jadi kecil. Tempat ini adalah salah satunya, di Vianden, Luxembourg.  Kita bisa naik chairlift terbuka. Ini adalah chairlift terbuka pertama yang aku naiki. Recommended karena bisa dicoba gratis dengan one-day Luxembourg card (kombinasi antara kartu transportasi dan tiket masuk wisata seluruh Luxembourg). Informasi lebih lanjut tentang one-day Luxembourg card bisa di lihat di sini.

22/11/2018
Vianden, LU

Aku suka bukit dan aku suka kereta. Begitu juga temanku. Ketika keduanya digabungkan, maka di sinilah kami. Menunggu dengan sabar kereta lewat dan siap merekamnya. Bukit bukanlah hal yang biasa di Belanda. Bukit di Belanda adalah gundukan tanah di Indonesia. Seperti halnya bukit yang berada di depan semacam pabrik ini, aku yakin ini adalah bukit buatan. Ketika melewati bukit berbunga ini, kami berhenti dan "mendaki" bukitnya. Karena kami tidak hapal jadwal kereta, jadi kami menunggu kadang 10 menit atau lebih dari 15 menit. Hari yang indah dan cuaca saat itu menyenangkan.


11/07/2018
Hengelo, Overijssel

Ini adalah salah satu pemandangan area bermain anak-anak di pinggir pantai Zaandvoort Aan Zee. Kunjungan ini diinspirasi oleh seorang dedek 2 tahun yang tergila-gila dengan traktor dan dikompori oleh seorang kakak calon PhD dengan promosi "nanti kita naik traktor di pantai!" Sesampainya di sini, ternyata tidak cuma si dedek yang happy. Kakak-kakak calon PhD dan MSc juga ikut senang dan naik traktor dengan alasan memastikan keamanan si dedek. Traktor ini terbuat dari kayu dan memiliki dua setir. Jadi tidak perlu rebutan untuk menjadi supir traktor. Semua orang senang. Dan pantainya? Saat itu sedang musim panas dan matahari bersinar sangat terik. Berlindung di bawah bayang-bayang traktor lebih menarik dibanding berpanas-panas di bawah terik matahari.

30/06/2016
Zaandvoort Aan Zee

Betapa kecilnya kota ini. Kota is overrated, kami biasa menyebutnya sebagai kampung. Sedikit keluar kampus saja sudah memasuki kota lain, kota Hengelo.  Pertama kali melewati perbatasan ini agak menyeramkan rasanya, karena sepi dan dikelilingi hutan-hutan. Hanya ada mobil yang lewat dan beberapa sepeda. Satu kota di sini luasnya mungkin setara dengan satu kecamatan di Indonesia.

23/09/2017
Enschede



Ini adalah salah satu sudut di gedung Bastille, gedung khusus untuk mahasiswa. Isinya ada ruang diskusi, ruang meeting, student union, pantry, ruang bermain, toko souvenir, tempat fotokopi mandiri, vending machine, kantin, bar, dan ruang bersama. Aku gak bisa bandingin sama kampus yang dulu karena gedung seperti ini gak ada. Dulu tempat yang benar-benar dikuasai mahasiswa hanya ruang himpunan atau ekskul, bukan satu gedung seperti ini.

22/09/2017
Drienerlolaan, Enschede

Banyak sekali garis-garis di lapangan ini. Merah, putih, orange, kuning, dan hitam. Aku hanya pernah bermain di garis putih, untuk badminton. Garis merah kemungkinan besar untuk basket dan hitam untuk futsal. Sedangkan garis kuning dan orange mungkin untuk bola voli atau bola tangan. Sebelum bermain, biasanya perlu memesan lapangan dulu. Kemudian menyiapkan net dan tiang sendiri yang diambil dari gudang di belakang tembok. Dan oh, satu lagi. Perlu berlangganan student union juga. Saat bermain, kita bisa menghidupkan radio yang bisa didengar satu ruangan, mirip suasana seperti di  Gramedia atau mal-mal Indonesia.

21/09/2017
Sport centrum, Enschede