Ajeb-ajeb


Tidak heran kalau negara ini menghasilkan banyak DJ internasional. Acara penyambutan mahasiswa baru saja ditutup dengan party. Hampir setiap malam selama 1 minggu. Tidak hanya di area kampus tapi juga di centrum, pusat kota. Di area kampus saja tidak hanya satu panggung, tapi ada beberapa: satu panggung di area tenda besar, beberapa panggung kecil di sekitar panggung besar, dan satu di dalam bar.  Rasa ingin tahuku membuatku memasuki satu panggung besar. Walaupun di satu sisi ada suara yang memanggil-manggil "Ngapain sih ikut-ikut?" Rasa penasaran bagaimana suasana party menepis suara-suara tadi. Berada di antara kerumunan ini, yang terdengar hanya riuh ajeb-ajeb. Beberapa orang bergerombol membentuk grup dan menggerakkan badan seadanya sambil memegang botol. Beberapa hanya tertawa-tawa dan yang lainnya hanya mengobrol. Entah bagaimana caranya mengobrol di dalam ruangan yang penuh dentuman ini. Mereka tidak seaktif yang pernah aku lihat di tv-tv, dimana orang-orang sepertinya menari dengan menggila. Mungkin karena acaranya di dalam kampus dan sebagian besar masih berstatus pelajar.

31/08/2017
Drienerlolaan

No comments:

Post a Comment