Pasar loak


Waktu kecil aku sering membaca buku cerita yang menyebutkan pasar loak. Aku tahu itu artinya pasar yang memperjualbelikan barang-barang lama, tapi aku tidak pernah menemuinya di kehidupan nyata. Yang pernah aku temui adalah pasar barang antik, barang-barang yang sudah susah didapatkan. Seperti pasar barang antik di jalan Surabaya, Jakarta, dan pasar Triwindu, Ngarsopuro, Solo. Selain itu pasar baju bekas seperti pasar baju BJ Palembang. 

Gambar ini adalah salah satu sudut Kringloop, toko loak pertama yang aku kunjungi. Isinya bermacam-macam, mulai dari baju, peralatan makan, buku-buku, perabotan rumah, kursi, sofa, tempat tidur, sepatu roda, sepeda, you name it. Bukan barang antik, tapi barang yang biasa dipakai seharai-hari. Harganya beragam mulai dari 50 cent hingga ratusan euro. Lumayan menghemat untuk mengisi rumah kosongan dibanding harus membeli baru di toko.

Entah bagaimana caranya Kringloop mengumpulkan barang-barang ini. Sedikit yang aku tahu, untuk baju mereka menyediakan bak penampungan pakaian bekas di dekat tempat tinggalku. Kata temanku pakaian-pakaian bekas itu oleh Kringloop akan dicuci dan dibersihkan untuk kemudian ditaruh di tokonya. Aku pikir, kenapa mereka menjual barang-barang yang sudah dihibahkan? Alasan logisnya adalah mereka menaruh harga untuk mengganti biaya perawatan. Beberapa baju memang sangat murah bahkan yang bermerek sekalipun.

01/09/2017
Kringloop

No comments:

Post a Comment